Jumat, 29 Mei 2015

Lomba Bridge

hai semuanya saya kembali lagi nih dengan postingan baru judulnya sih lomba Bridge, apa kalian tahu apa itu bridge?.... iya memang itu artinya jembatan, namun disini bukan berarti kita lomba di jembatan atau lomba membuat jembatan. Bridge adalah sebuah olahraga yang memerlukan pikiran dan strategi yang harus dipikirkan, jadi buat yang "ngga" punya pikiran diusahakan jangan main ini, mengapa? kalian tahu sendiri lah wkwk. nah kali ini saya punya cerita tentang lomba bridge yang saya ikuti setelah puasa kurang lebih 2 tahun.. oke berikut ceritanya....

dering palu dan suara mesin mengiringi hariku siang itu, terik matahari menyengat kulit yang sudah berlindung di bawah megahnya gedung sekolahku, ditemani sebuah laptop dan film yang sedang kutonton mengisi waktu kosong yang di tinggalkan guru. saat sedang asik bergulat dengan laptop, terdengar sebuah suara yang menyelinap diantara kebisingan kelasku. ternyata ada kakak kelas yang lumayan cantik memanggilku, aku sudah tidak asing dengan mukanya karena dulu dia adalah musuhku saat lomba jaman sd. ia memanggilku seraya menyodorkan selembar formulir dan berkata dengan aksen melayu nya yang kental "ja, nih kau ikut bridge yee jadi pasangan aku". "alaaahh, aku udah lama nda maen nih" jawabku, "nda ape bah, kau pasti masih ingat sikit kan" merayuku agar mau mengisi formulir itu, aku pun luluh dengan perkataannya dan aku segera mengisi formulit itu.

****
waktu sudah menunjukkan h-2 namun aku tidak mempunyai persiapan untuk lomba kali ini, hanya bermodal ingatan yang sudah mulai usang aku meyakinkan diriu untuk ikut ini, keesokkan nya adalah technical meeting. siang itu panas sekali, serasa malas untuk meninggalkan bangku empuk yang berisi kayu, di sudut kelas aku sudah di tunggu oleh viona, yaa itu nama kakak kelas tadi, namun aku tidak memanggilnya kak, tidak sopan sih tapi tak apalah. aku pun bergegas memacu motorku menuju SMAN 7 namun sial saat sudah berhasil keluar dari kerumun kuda besi itu, aku baru ingat kalau hp ku tertinggal di kelas. dengan berat hati aku pun berlari ke kelas lagi. pfft sukur mash ada hp nya. karena waktu sudah menunjukan 1,40 sudah 10 menit telat. aku pun berlari bak kilat wkwk aku hanya memerlukan waktu 1 menit untuk turun dari lantai 3.

***
aku pun sampai di SMUNJU begitu lah singkatandari sekolah ini, aku pun mencari ruangan di tempat TM(technical meeting) butuh waktu 5 menit menemukan ruangan itu, so... aku memerlukan waktu sekitar 20 menit untuk pergi ke sini. tapi sialnya lagi setelah kami masuk sekitar 5 menitan tm nya sudah selesai.. dan itu merupakan saat-saat kamprettt. aku pun pulang dengan rasa penyesalan -_-

***
Hari -H pun tiba, namun sampai saat ini aku tidak mengerti maksud hari-H. Ahsudahlah aku tidak ambil pusing tentang itu. lomba pun dimulai, aku mulai tidak mengerti dengan simbol-simbol ini, namun tidak memelerlukan waktu lama aku untuk mngerti ini. ronde pertama di mulai, para pemain mulai sibuk bergulat dengan kartu-kartu mereka. waktu berjalan sudah sekitar 16 menit beralalu ronde 1 pun berakhir dilanjutkan dengan ronde-ronde selanjutnya. ronde demi ronde aku lewati namun mulai masuk ronde 5-9 permainanku menurun namun aku sadar sehingga 4 ronde yang tersisa aku kembali lagi ke tempo permainan awal. tidak terasa sesi 1 telah selesai, waktu telah menunjukkan jam makan siang kami semua di beri waktu istirahat di berikan sekitar 1 jam. waktu istirahat ini tak aku sia-sia kan untuk beristirahat dan makan serta solat. 1 jam sudah terlewati sesi 2 pun dimulai, seperti biasa kami mengambil kartu dan memainkannya di ronde kedua ini semua pemain sudah terlihat capeknya bahkan sudah ada yang malas main, aku rasa karena memang sudah capek dan faktor cuaca yang panas, aku sendiri juga merasakan hal itu, namun aku tetap mencoba tetap fokus. alhasil sembilan ronde di ronde 2 ini selesai, hasil sesi pertama sudah keluar di sesi pertama kau menduduki peringkat ke 6. seketika membuat ku pesimis untuk bisa merebut juara 1. 20 menit berlalu hasil final keluar dan jeng jeng jeng... aku meraih peringkat 4, waaaah lumayan dengan aku yang tidak ada latihan sebelumnya. ini merupakan suatu awal baik untuk kedepannya, tinggal di asah lagi :D

sekia :D wassalam....

Categories:

Selasa, 26 Mei 2015

Riddle Horror #1

Cerita ini berawal dari ketidaksengajaan teman saya saat di tangga sekolah...

Suatu hari hiduplah seorang manusia yang merupakan satu-satunya makhluk di muka bumi.Saat ia sedang duduk di kamar tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamarnya.Pertanyaannya,siapa kah yang mengetuk pintu kamarnya?














JAWABANNYA :

Yang mengetuk pintu kamarnya adalah...........
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
DIRINYA SENDIRI

Categories:

Jumat, 15 Mei 2015

Nunggu ibu belanja di warung kopi daerah Pontianak

Siapa sih yang ngga tahu warung kopi, usaha ini telah menjamur di berbagai daerah di indonesia. mulai dari yang modern sampai yang biasa-biasa saja. Khususnya di pontianak ini warung kopi bukan hal yang tabu. Nah kali ini saya punya cerita tentang warung kopi. cekidott... :D

Siang ini panas sekali, ibu memintaku untuk mengantar ke pasar. sebenarnya aku malas namun karena diimingi bakal di belikan printer yah aku mau tak mau. Aku pun menghidupkan motor "breem breemm", suara motorku berbunyi. Tak lama setelah itu aku pun pergi

*sampai di pasar*


Karena hari ini tidak panas aku memutuskan untuk tidak ikut menemani ibu belanja. Bukan hanya panas, tapi karena seperti biasa ibu kalau sudah belanja pasti lama, oleh karena itu aku mencari warung kopi. Namun aku sempat kesusahan mencari warung kopi hampir 15 menit aku berkeliling. Dan.... yessss., akhirnya aku menemukan warung kopi itu dan di sana juga ada yang jual sate lengkap sekali dengan perutku yang sudah berdendang ini. Waah ini adalah pengalaman pertamaku di warung kopi sendirian yang sebenarnya notebene di sini adalah tempat para orang tua(biasanya sih bapak-bapak gitu). tak lama sate yang aku pesan datang, didahului teh es yang aku pesan sebelumnya. sendok demi aku makan sambil mengamati apa saja yang dilakukan orang-orang disini. di sini riuh sekali, seakan-akan berada di sebuah pasar tradisional. sampai-sampai aku tidak mengerti apa yang mereka omongkan. tak lama sateku pun habis. "wahh ga terasa sudah habis sate ini" namun ibuku belum terlihat. aku tetap menunggu di sini, namun aku bisa merasa mati jika lama-lama di sini. karena apa? yaa karena banyak cerobong asap disini, atau kalau kalian kurang tau banyak perokok di sini, mereka merokok tiada hentinya layaknya sebuah mesin yang selalu mengerluarkan asap. aku heran apa mereka tidak takut akan bahaya yang dapat mengancam hidup mereka. yaa walupun aku tahu, kematian itu ada di tangan Allah SWT. tapi setidaknyakan mereka dapat mencegah itu. ah sudahlah, kenapa aku harus memikirkan mereka. lanjut ke cerita ku lagi. pukul menujukkan pukul 1 sudah 2 jam setengah aku disini, sampai bosan aku melihat lalu lalang pelayan yang mengantarkan pesanan, hingar bingar suara pengamen yang menyelip di antara suara bapak-bapak yang menggema di seluruh ruangan, dan ntah sudah berapa pengemis yang keluar masuk, mereka silih berganti meminta belas kasihan pengunjung. Bermacam-macam pengemis yang aku temui dari anak kecil hingga orang tua lansia, dari yang mukanya memelas hingga ada yang sambil bercanda dengan pengunjung. sunggguh beraneka ragam manusia disini. begitu juga dengan pengunjung warung kopi ini, banyak rupa bentuknya. Dari yang menyeramkan hingga ada yang gelis-gelis juga, bahkan ada yang membawa bayinya ikut minum disini, aku merasa iba dengan bayi itu, karena aku liat ia menangis terus entah itu karena kepanasan atau kelaparan, dan yang paling kasihan bayi itu harus menghirup udara yang tidak baik di usianya. Selama aku disini, aku merasa warung ini tidak sepi-sepi selalu ada pengunjung yang datang, sungguh lelah rasa menunggu itu, dan akhirnya aku memutuskan untuk menunggu diluar karena aku sudah tidak tahan dengan asap-asap mematikan ini.

*menunggu diluar*

aku pun menuggu diluar, cukup lama aku menunggu diluar sini, hingga aku sempat untuk mengamati orang-orang yang berlalu lalang di sini, pemandangan di luar sini tidak jauh dari penjual batu akik yang kini sedang musim-musimnya. namun sekitar satu jam an aku menunggu ibuku pun datang dan aku pun pulang, nah sekian lah ceritaku tentang warung kopi. namun sebelum itu aku ada mengabadikan beberapa foto.

nah ini adalah nama warung ini terletak di jl. tanjung pura

dan ini adalah pengemis yang aku ceritakan tadi

Categories:

luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com

Copyright © Its My Life | Powered by Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | BTheme.net      Up ↑